Aku menulis ini karena ingin, juga di temani kopi dan kue yang tak terbagi.
Pertengahan tahun 2013 sesudah masehi, dengan tidak sengaja atau boleh kalian bilang kebetulan jika ingin, aku membaca sebuah tulisan di blog penuh dengan quote dan puisinya. Ingin tahu siapa penulisnya? ini pun ingin ku kasih tahu. Sebentar, biar untuk bisa santai, aku juga ingin di temani lagu-lagu dari THE S.I.G.I.T.
Tapi sudah, ini lagu yang ke dua aku mendengarkan.
Ini dia penulisnya, Zarry Hendrik, dia pria, juga suka nafas dan tidur jika sudah mengantuk.
Aku kagum dengan puisi dan quotes nya, edaaaan!! begitu mengalir, sunguh pandai dalam berindah kata-kata. Jujur aku mengaggumi puisi dan quotes nya, jika bagimu tidak, aku tak peduli.
Ini ingin kutulis sebagian puisi dan quotes nya jika kalian penasaran.
Ku tulis dengan rasa mengantuk, bukan karena sudah malam, tapi ya memang sudah mengantuk. Cekidot;
#puisi #quotes #notes
Pergimu Itu Matiku
Berat mengubah sikap, sebab demi Tuhan rasa ini masih sama.
Memandang wajahmu aku tak sudi, oh jangan sampai di hadapanmu aku meneteskan air mata.
Mengertilah bahwa aku lelaki yang benci menangis, mengertilah bahwa telah semampunya aku tak ingin melihatmu lagi.
Sementara waktu telah menyeretku jauh dari ragamu, aku masih saja benci menjadi aku yang berharap kembali di detik-detik itu, di pelukmu.
Betapa pesta yang sia-sia, ria yang percuma. pada tiap esok yang kupunya, hanya akan ada satu tanya; kau di mana.
Sesungguhnya aku ingin sekali lagi berkata ya, namun tiada pintamu datang padaku.
Mungkin aku hanya terlalu sering berpikir tentang suatu hari, yang tidak akan pernah datang.
Tidak seharusnya kita menyesatkan ini semua. Aku masih menyesali itu.
Ada rasa rindu pada aku yang dulu, yaitu aku yang tak kenal kau. Sebab dari kehilanganmu aku menemukan persamaan antara udara dan bebutiran.
Aku telah hancur, tubuhku kian mengurus. Telah kujadikan kakiku seringan kapas, supaya aku tak dapat lagi memahami langkahku, tetapi aku dapat melambatkan dunia.
Sekarang bantulah semua orang, supaya membenciku engkau tidak sendiri.
Aku telah menjadi orang lain sekarang. Aku yang dulu, yang kau cintai itu, sudah tiada. Sebab jurang telah memanggil jiwaku yang tanpa kau.
Kapan Kau Datang Lagi
Kapan kau datang lagi, membangunkanku tidur, mengingatkanku bahwa waktu itu berharga saat denganmu?
Kapan kau datang lagi, menjemputku pergi, membawaku ke tempat yang kau pikir kita bisa tenang di sana?
Kapan kau datang lagi, menemuiku yang tidak tahu bagaimana lagi jika tanpa kau? kapan kau datang lagi? kapan?
Sama-sama Di Bawah Langit
Bila aku harus menjauhimu, aku akan memulainya dengan berjalan mundur.
Aku akan menghayati lambai tanganmu diselangkah demi selangkah.
Kemudia saat mataku mulai berkaca-kaca, aku akan berkedip untuk membiarkan pipiku basah.
Aku akan menangisi jarak sambil menaruh harap untuk melayang-layang di atas tanah.
Karena sejauh, apapun kita terpisah, kita hanya sama-sama di bawah langit, masih di dalam bumi yang tidak lelah berputar terus.
==========================||==============||=============================
"Tulislah namaku di hatimu, jangan memahatnya. Supaya jika kelak kita dipisahkan, kau tidak melukai diri sendiri untuk menghapus namaku."
"Aku rindu pada hari yang melelahkan, di mana sang waktu menyeret ragaku, memaksaku melupakan banyak pertanyaan, misalnya tentang mengapa aku disini, dan sampai kapan."
"Mas, es teh manis satu. Gulanya di pisah ya, sama itu yang pacaran di meja sebelah sana juga tolong di pisah aja."
"Bahaya yang paling dicari; kenyamanan."
"Puncak sebenarnya hanyalah dasar di ketinggian, seperti tiada akhir di dalam hidup kecuali kematian."
"Atas segala masalah yang datang, seberapa berat hal-hal itu, sesungguhnya itu akan menegaskan banyak hal padamu, terutama pada sebuah makna di balik aku tetap disini."
"Mungkin perlu kau renungkan lagi dengan sambil memeluk erat banyak keinginanmu, tentang yang mana kebahagiaan dan yang mana kepuasan."
"Jangan mengejar orang yang sedang 'berlibur'. Biarkan dia pergi untuk kemudian menemukan rasa rindunya, padamu."
"Kamu bukan tidak bisa hidup tanpanya. Kamu cuma terlalu takut menghadapi hari esok."
"Jika ia memperlakukanmu dengan buruk dan kau tetap tak bisa lepas darinya, kau hanya mencanduinya, bukan mencintainya."
"Yang jadi masalah bukan belum melupakan, tetapi masih merindukan."
"Semoga kau tidak mengikhlaskan sesuatu karena menyerah."
"Janganlah kebahagiaan orang lain menjadi kesedihanmu."
"Sakit hati itu bukan tentang apa yang dia lakukan pada hatimu, tetapi apa yang tidak bisa kau dapatkan atas apa yang hatimu minta."
"Tidak semua yang kau pilih berasal dari surga. Beberapa tampak begitu indah, namun mengarah ke neraka."
Berhubung aku sudah mengantuk, dari awal menulisnya. Tapi nanti ku lanjut. Dahhhh....
Minggu, 18 Mei 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar